Dikatakan Tri Saktiyana, memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata.
“Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita. Dan sebagai bagian dari agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045, memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM masuk sebagai prioritas utama dalam Asta Cita, delapan agenda besar pembangunan nasional,” imbuhnya.
Menurutnya, revitalisasi nilai Pancasila, harus hadir dalam empat dimensi utama, yaitu pendidikan, birokrasi, ekonomi, dan ruang digital. BPIP pun telah menjalankan berbagai program strategis seperti, pelatihan ASN, penguatan kurikulum Pancasila, dan kerja sama lintas sektor untuk memastikan ideologi bangsa ini tetap hidup dan membumi.
“Tapi kami tidak bisa bekerja sendiri. Seluruh elemen bangsa, dari pusat hingga daerah, dari tokoh agama hingga pemuda, harus menjadi pelaku utama dalam pembumian Pancasila,” ungkapnya.
Tri menegaskan, Hari Lahir Pancasila harus menjadi momen refleksi dan tindakan, bukan sekadar seremoni. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dan pedoman dalam membangun Indonesia yang bukan hanya maju secara teknologi dan ekonomi, tetapi juga unggul secara moral dan kebudayaan.
“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” paparnya.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ini juga diikuti oleh perwakilan ASN Pemda DIY, mahasiswa, siswa SMA/SMK sederajat, siswa SMP, dan TNI/Polri. Upacara kali ini ditutup dengan pertunjukan teatrikal dari Dinas Kebudayaan DIY yang menampilkan cerita perjuangan Pangeran Diponegoro.
Terpisah, Pemda DIY menyelenggarakan pula Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Pada upacara yang diikuti ASN di lingkungan Pemda DIY ini, Plt. Asisten Setda DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Aris Eko Nugroho bertindak sebagai Inspektur Upacara.
AR



