Hal tersebut bertujuan selain untuk nguri-uri seni dan budaya, juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
Untuk anggaran tahun ini ada sekitar 10 Miliar untuk bantuan kelompok seni, dan ada sekitar 3,5 miliar untuk bantuan pentas seni.
Menurutnya, Untuk kegiatan HUT Kabupaten Semarang tahun ini hampir sama dengan tahun lalu, cuma untuk yang tahun ini ada agak keringanan karena efisiensi anggaran.
“Kalau tahun lalu kita bisa full, ini kita kurangi juga yang penting kegiatan yang setiap tahun kita adakan harus kita lakukan bersama-sama,” ungkap Ngesti.
Lebih lanjut Bupati Ngesti menjelaskan, ada beberapa hal, seperti sejarah terkait dengan Rawa Pening, juga ada kaitannya dengan Kali Garang.
“Nah ini kita ambil yang utama seperti Kaligarang, saat ini Kaligarang juga ada sedimennya cukup tinggi, kemudian ada juga penebangan kayu-kayu di sekitar Kaligarang yang airnya disaat musim hujan ini banjir besar, tapi disaat musim kemarau kekurangan air,” jelasnya.
Ngesti Nugraha berharap dan mengajak agar bisa bersama-sama untuk menanam kembali kayu-kayu yang ada di sekitar sungai. Pemerintah daerah mempunyai program penanaman buah-buahan yang ada di perkantoran, ruang terbuka publik, sampai perkantoran ditingkat desa atau Kelurahan.
“Dan harapan kita nanti ditingkat perusahaan-perusahaan juga kita minta untuk menanam buah-buahan. Termasuk siapapun ditempat-tempat publik, yang akan memetik kalau memang sudah berbuah, silahkan dipetik. Kemudian juga di wilayah gunung dalam rangka untuk mempertahankan sumber mata air juga kita akan gerakkan untuk menanam buah-buahan terutama mangga,” pungkasnya.
Ar/Ed. MN



