“Karena mereka tidak memakai helm dan masih di bawah umur, kelima anak itu menurut saja. Pelaku menyuruh empat teman anak saya untuk push-up sebanyak 20 kali, sementara motor anak saya diminta dengan alasan akan dibawa ke kantor,” ujar KD.
KD menambahkan, motor Honda PCX tersebut baru dibeli dua minggu sebelumnya dan rencananya digunakan untuk keperluan sekolah kedua anaknya yang bersekolah di wilayah Tanjungsari.
Menyadari telah menjadi korban penipuan dan perampasan, keluarga FR kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gunungkidul. Mereka berharap aparat segera menindaklanjuti kasus ini dan mencegah kejadian serupa terulang di wilayah Gunungkidul.
BW



