“Itu bukan kepentingan pribadi tapi untuk menutupi ketika ada persoalan baik dengan rekan-rekan wartawan, LSM ataupun dengan pihak lainnya,” ujar R.
Pada saat itu ketika R ditanya kemana saja hasil minggu yang lalu hasil keterangan dari lapangan bahwa pungutan perelek tersebut mendapat dua mobil, Ia menjawab, “Kemarin satu mobil, itu untuk babayar hutang habis lebaran dengan hutang ke warung,” kilah R.
Menanggapi adanya dugaan pungutan perelek terhadap para penambang batubara yang dilakukan oleh oknum wartawan Ketua LSM Rakyat Indonesia (LSM RI) Ujang Jambe angkat bicara.
Dirinya menyayangkan dengan adanya tindakan oknum tersebut yang mencatut profesi wartawan/LSM, untuk memungut perelek yang padahal peruntukannya tidak jelas.” Tentu ini akan mencoreng nama baik Wartawan ataupun LSM, karena pada akhirnya semuanya juga kebawa-bawa jeleknya,” kata Ujang Jambe.
Kata Ujang kenapa saya mengatakan seperti ini,lantaran saya juga tau dari portal dan warga lainya kalau perelek tersebut yang di pungut ke masing-masing korlap untuk wartawan dan LSM, padahal Ini tidak noleh dibiarkan,” Tandasnya.
Tim/Red



