Terpisah, Darwin, selaku tokoh masyarakat Kampung Nelayan Indah menyampaikan kepada awak media, “Pernah ada bantuan berupa alat berat Beko untuk mengorek alur paloh yang berbatasan langsung dengan benteng dan tanah hasil korekan dari dalam paloh tersebut lalu ditimbun ke pemakaman, itu pun baru sebagian,” kata Darwin
Kemudian, B Hermanto, warga masyarakat Kampung Nelayan Indah mengatakan seharusnya penimbunan pemakaman tersebut tanahnya diambil dari luar, bukannya dari dalam paloh dekat kaki benteng yang dikorek untuk menimbun pemakaman dan ini sangat rentan dengan keamanan fisik tempat pemakaman.
Tim/Junianto Marbun/Ed. MN



