“Namun kita yang kita tanam saat ini di Umbulharjo untuk jenis Robusta. Saat ini ada 7000 bibit kopi jenis Robusta yang kita tanam, dan kurang lebih sekitar 2-3 tahun baru panen,” pungkasnya.
Sementara itu Wakil bupati Sleman yang hadir membuka langsung festival kopi Merapi tersebut mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas penyelenggaraan Festival tersebut.
“Kita dari pemerintah Kabupaten Sleman khususnya masih akan terus melakukan pendampingan kepada para petani kopi di Kapanewon Cangkringan ini dengan program – program yang ada,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa festival kopi Merapi tersebut selain sebagai sarana promosi kopi hasil petani lokal lereng Merapi, juga untuk kembali membangkitkan semangat para petani kopi yang ada di wilayah Kapanewon Cangkringan.
“Dengan adanya festival kopi Merapi ini juga bagian dari memberikan semangat kepada para petani kopi yang ada di lereng Merapi agar terus bisa memberdayakan kopi ini dan juga sebagai ajang promosi bahwa di Jogja juga punya kopi khas,” paparnya.
Lebih lanjut Danang Maharsa mengatakan tahun ini untuk pendampingan petani kopi tahun ini mendapatkan anggaran dari Danais kurang lebih sebesar Rp 3 miliar. Sedangkan untuk memproduksi kopi, setiap Kalurahan di Kapanewon Cangkringan juga sudah diberikan bangunan yang namanya Solar dryer untuk memproduksi kopi.
Hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi PKS, Yani Fathurrahman, Panewu Cangkringan, Wakil kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Perwakilan dari Dinas Koperasi dan para pelaku UMKM serta para penggiat kopi dari Komunitas Kopi Nusantara.
Arifin



