Kejadian tersebut menimbulkan dugaan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Badan Gizi Nasional, segera melakukan evaluasi dan audit terhadap penyedia MBG yang bekerja sama dengan Yayasan Nurwasita Bumi Nusantara.
Untuk sementara, saat awak media menghubungi Asisten Lapangan (Aslap) Yayasan Nurwasita Bumi Nusantara, melalui pesan whatsApp, namun belum ada jawaban.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih dalam upaya melakukan konfirmasi kepada Tim Pelaksana Institusi (TPI) terkait dugaan ketidaksesuaian menu dan mekanisme distribusi MBG, namun belum mendapatkan tanggapan resmi.
Program MBG seharusnya menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik, bukan justru menimbulkan tanda tanya dan kekecewaan publik akibat dugaan penyimpangan tersebut.
Tri/Ed. MN



