Dan jangan lupakan Desa Purwosari, negeri air terjun yang menjadi oase tersembunyi. Kedung Pedut dan Kembang Soka tak hanya menyajikan keindahan air, tapi juga menggerakkan ekonomi warga melalui parkir, kuliner, hingga souvenir lokal.
Apa yang terjadi di Kulon Progo membuktikan: desa bukanlah obyek pembangunan, tetapi pelaku utama pembangunan itu sendiri. Pariwisata tak perlu serba mewah. Yang dibutuhkan adalah keaslian, keterlibatan warga, dan keberlanjutan.
Pemerintah hanya perlu hadir sebagai fasilitator. Biarkan warga menjadi pelaku utama. Biarkan desa bersuara dan menunjukkan jati dirinya.
Karena membangun Kulon Progo tidak harus dari pusat kota. Kadang, kemajuan itu justru dimulai dari jalan setapak yang membawa kita ke sebuah gardu pandang di Kalibiru, atau ke tenda kecil di pinggiran Sungai Tinalah.
AR



