“Ini semua demi masa depan adik-adik serta bakti terhadap orang tua yang sangat menyayangi kita, sehingga bangsa ini tidak sedih melihat perilaku kita yang tidak terhormat.”
Mengakhiri amanatnya, Plt. Bupati juga berpesan agar Pramuka dapat memberikan sikap tauladan terhadap masyarakat utamanya terhadap lingkungannya sehingga dapat mewujudkan cita-cita masyarakat Padang Lawas yang BERCAHAYA (Beriman, Cerdas, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya).
Mandi Cuci dan Kakus (MCK) di Bumi Perkemahan Torsipiramanuk hanya ditutupi tenda biru.
“Ya, Pak, tahun ke tahun MCK di perkemahan Pramuka ini selalu begini. Kita mau mandi atau BAB (Buang Air Besar) sangat susah, padahal kita di sini sudah dua hari,” kata salah seorang kepala sekolah (kepsek-red) yang mendampingi Pramuka saat ditanyai wartawan terkait situasi MCK.
Hal serupa juga diakui salah satu orang tua yang mendampingi anaknya mengikuti LKP.
“Ya, memang sangat memprihatikan, terlebih anak saya adalah perempuan, walau ditutupi tenda biru, namun kita selaku orangtuanya sangat kuatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat situasi terbuka seperti ini, harusnya Ketua Kwarcab benar-benar serius dalam hal MCK ini, sehingga kami orangtuanya tidak cemas,” tutur Orang tua yang mengaku mendampingi putrinya mengikuti LKP.
Ketua Panitia LKP, Hadi Wahyu Mukti Tama saat dikonfirmasi mengakui sebanyak 5.699 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Disinggung mengenai kondisi MCK hanya ditutupi tenda biru Hadi mengaku telah memadai.
“Dari dua puluh MCK di perkemahan ini yang bisa digunakan hanya sepuluh, sedangkan kamar mandi untuk BAB setiap disediakan hancur terus, kalau untuk mandinya sudah memadai karena ditutupi dengan tenda biru,” kata Hadi ketua panitia LKP.
Rz/ed. MN



