Sekilas terkait “Pay-On Pro”, ini merupakan e-commerce bagi UMKM Kulonprogo untuk memasarkan produk unggulannya, dan salah satu upaya keberpihakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk mendukung akselerasi digitalisasi UMKM sekaligus membuka peluang pasar melalui komitmen ASN untuk berbelanja produk UMKM Kulonrogo.
Saat ini terdapat 330 UMKM yang telah menjadi penjual, dengan 2.038 produk yang telah memenuhi persyaratan dan lolos kurasi. Proses kurasi terhadap produk lokal dilakukan secara periodik setiap Jum’at. UMKM yang produknya telah lolos kurasi langsung didaftarkan sebagai penjual pada aplikasi Pay-On Pro.
Seperti diketahui, anggaran Kegiatan ini menggunakan APBD Kabupaten yang bersumber dari Dana Keistimewaan DIY Tahun 2025.
Sementara itu Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengatakan bahwa salah satu cara untuk melestarikan adalah dengan menggunakan nya dalam kehidupan sehari-hari pada saat acara resmi.
“Salah satu cara melestarikan batik adalah dengan cara mengenakannya sebagai pakaian sehari-hari pada acara resmi lainnya. Apalagi saat ini Kabupaten Kulonprogo juga sudah melaunching batik khas Kulonprogo. Tentunya akan menjadi kebanggaan kita sebagai warga Kulonprogo,” ujar Bupati.
“Kita semua melihat pada acara fashion show, luar biasa. Batik sebagai budaya lokal, mampu tampil dengan gaya modern dan memukau,” ucap Bupati.
Menurutnya, batik juga dapat dikreasikan dengan berbagai macam busana dan dikombinasikan dengan jenis kain yang lain.
“Kita juga sudah menyaksikan karya hak intelektualitas dari Bayu Permadi dan Agung, terimakasih atas karyanya yang luar biasa,” pungkasnya.
AR



