Sementara itu, Paniradya Pati Keistimewaan DIY Aris Eko Nugroho menuturkan, peran Pemda DIY dalam kegiatan tersebut adalah memfasilitasi salah satu obyek kebudayaan yaitu tradisi luhur yang menjadi ciri khas budaya Jogja sebagai warisan budaya bangsa. Dan karena aktivitas berada di pinggir pantai selatan, tepatnya di Pantai Glagah maka keamanan dan kenyaman dijaga dengan melibatkan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) wilayah V.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo menuturkan, selain sebagai upaya pelestarian tradisi, Labuhan Glagah juga menjadi momentum membangun nilai gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat.
“Ini warisan budaya yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tapi juga menumbuhkan cinta terhadap alam dan budaya lokal,” katanya.
Acara berlangsung hikmad, diiringi doa-doa keselamatan dan harapan agar seluruh masyarakat diberikan kelancaran dalam menjalani kehidupan, serta dijauhkan dari bencana dan marabahaya.
Ar/Ed. MN



