Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan keberadaan TPST Tamanmartani ini mendorong pihaknya untuk lebih optimal dalam pengolahan sampah. Apalagi Kabupaten Sleman sebagai bagian dari hulu DIY, harus melestarikan lingkungan dan mencegah pencemarannya.
Pelaksanaan pengiriman perdana RDF hasil pengolahan TPST Kabupaten Sleman ini merupakan realisasi penandatanganan kesepakatan antara Kabupaten Sleman dengan PT.Solusi Bangun Indonesia Tbk pabrik Cilacap tahun lalu.
“Hal ini juga menjadi realisasi bagi Kabupaten Sleman dalam pengolahan sampah secara paripurna,” tutur Kustini.
Kustini memaparkan pada pengiriman perdana ini, total RDF yang dikirim sejumlah 30 ton sampah yang telah melalui proses pengolahan. Dengan rincian nya 15 ton dari sampah anorganik dan 15 ton dari sampah organik. Pengiriman dilakukan melalui jalur darat dengan diangkut armada milik PT. Solusi Bangun Indonesia sendiri.
“Kami tentu berharap pengiriman ini dapat menjadi sebuah awal baru pengolahan sampah di Sleman yang berwawasan lingkungan. Hal ini demi mewujudkan visi misi Kabupaten Sleman, sebagai rumah bersama yang nyaman dan berdaya saing,” ujar orang nomor satu di Sleman itu.
Sebagai informasi TPST Tamanmartani dibangun dengan melibatkan dua Dinas, yaitu Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman serta kerjasama dengan Kalurahan Tamanmartani.
TPST ini dibangun diatas tanah Kas Desa seluas 11.684 meter dengan alokasi anggaran Kabupaten Sleman, dan dana keistimewaan DIY. TPST Tamanmartani beroperasi menggunakan pengembangan teknologi terbaru, dengan cara mengolah sampah menjadi RDF.
Kustini menyebut, TPST Tamanmartani ini dapat mengolah sampah dengan kapasitas 660.000 ton perhari. Dan menghasilkan RDF hingga 45 ton perhari, dengan rincian 20 ton RDF dari sampah organik dan 25 ton dari sampah anorganik.
“RDF merupakan bahan bakar yang dibuat dari hasil pemrosesan sampah dan dapat menjadi bahan bakar pengganti batubara, hal ini membuat RDF memiliki nilai ekonomi lebih dibanding sampah yang belum diolah,” pungkasnya.
Arifin/ed. MN



