“Semoga seluruh pemain merasa nyaman dan semua bisa menikmati, tetap jaga jarak demi kesehatan bersama. Yang penting ini bagaimana pemain bisa membangun kedekatan dengan publik, sehingga di Jogja ini pejabat bisa berinteraksi dengan masyarakatnya,” pungkasnya.
Sementara itu, sang sutradara, Bambang Paningron secara khusus menghadirkan tema yang bermakna seputar kejujuran dan kerukunan mengingat sebentar lagi masyarakat akan menghadapi tahun politik jelang Pilpres tahun 2024. Anggota Dewan Kebudayaan DIY ini juga menyebut Ketoprak merupakan sarana yang tepat untuk mendekatkan pejabat dengan rakyat.
“Karena Ketoprak adalah seni tradisi yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh karenanya, bahasa yang digunakan dalam dialog bisa menggunakan bahasa Indonesia maupun Jawa. Pendukung yang terlibat dan bukan etnis jawa, tetap bisa terlibat dalam perumusan naskah dialognya,” tutur Bambang.
Brigjend TNI Puji Cahyono dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa ia sangat senang bisa terlibat langsung dalam peran main Ketoprak.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana interaksi dan komunikasi serta bisa menghibur masyarakat.
Arifin/MN



