Lebih lanjut Ki Wondo menjelaskan, fasilitas dana, tempat operasional dan segala kebutuhan lomba , bimtek maupun workshop pada peserta, baik pelatihan wayang golek maupun wayang kulit juga rapat koordinasi dengan para juri semuanya diback up oleh Disbud DIY dan sudah berjalan selama 7 tahun.
Ia juga mengungkapkan terimakasih pada Pepadi dan Disbud kabupaten kota atas apresiasi dan kesertaannya , bahkan Kulon Progo dan Gunung Kidul dalam persiapan seleksinya melibatkan semua seniman termasuk sinden, pengrawit dari semua kecamatan yang ada di dua kabupaten tersebut.
“Artinya baik pembinaan maupun upaya pemerataan kesejahteraan atas dana keistimewaan itu betul-betul sampai pada tingkat grasrood. Harapan demikian tentu mudah-mudahan diikuti oleh wilayah yang lain. Saya berharap pembinaan wayang golek di kabupaten kota semoga lebih ada perhatian yang sama porsinya dengan wayang kulit,” pungkas Ki Wondo.
Arifin



