Ia menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada kekompakan organisasi Tani Merdeka dan Gapoktan dalam merawat tanaman secara berkelanjutan. Kelapa genjah diharapkan menjadi aset produktif desa yang dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti santan, minyak, hingga sabut bernilai ekonomi.
Sementara itu, Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas dukungan Ketua Komisi IV DPR RI terhadap sektor pertanian di Sleman. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani dapat memperkuat daya saing pertanian di wilayahnya.
Menurut Harda, pengembangan kelapa genjah berpotensi menjadi program unggulan berbasis kawasan, sekaligus mendukung sektor agrowisata dan ekonomi kreatif, khususnya di Dusun Klampengan.
“Komoditas kelapa memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi desa,” kata Harda.
Pemerintah Kabupaten Sleman, lanjut dia, juga mendorong hilirisasi produk turunan kelapa seperti gula semut dan VCO (Virgin Coconut Oil) agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat lokal.
Ar/Ed. MN



