Joost Van Uum Konselor Pertanian Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Malaysia dan Singapore dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketersediaan makanan menjadi masalah utama setiap negara. Belanda menerapkan tiga pilar dalam pengembangan pertanian yaitu sustainability dan productivity. Dalam hal ini Kerajaan Belanda berkomitmen untuk mengembangkan rumah kaca, pengembangan komunitas lokal melalui pelatihan dan capacity building, transfer knowledge melalui SMK Pertanian, Politeknik Pertanian dan Universitas Pertanian.
Ketua DEN, Luhut Panjaitan dalam sambutannya menekankan bahwa Team Work sangat penting. Bercita- cita penting namun mewujudkannya jauh lebih penting. Saat ini Indonesia masih bergantung dalam banyak hal pada import, namun dalam jangka diharapkan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan komoditas berbagai komoditas. Kondisi ini seperti 10 tahun lalu. Saat Indonesia hanya mengandalkan expor bahan baku nikel dan hanya menghasilkan 1,5 Miliar Dolar. Saat ini dengan hilirisasi kita bisa menghasilkan 35 miliar dollar. Selain pertanian daerah kita juga menjadi penghasil kemenyan. Presiden Prabowo telah menyampaikan agar dibangun hilirisasi termasuk untuk kemenyan karena selama ini kemenyan dikuasai oleh jaringan bisnis yang tidak memberikan keuntungan signifikan bagi petani kemenyan.
Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri Belanda, Misiel Sweers menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tujuan besar untuk menjadi pelaku ekonomi terbesar ke 4 di dunia. Perlu dorongan dan komitmen besar untuk mencapai tujuan itu dan berharap Kerjasama antara Indonesia dan Belanda akan mampu mempercepat Indonesia mencapai tujuan itu.
Selanjutnya tim delegasi Kerajaan Negeri Belanda didampingi Bupati Humbang Hasundutan mengunjungi Food Estate dan Pembibitan kentang Indofood.
LN/Ed. MN



