“Pada tahun 2022, peristiwa ini (Serangan Umum 1 Maret 1949) telah resmi ditetapkan sebagai hari besar nasional dengan nama Hari Penegakan Kedaulatan Negara, melalui Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022. Atas anugerah tersebut, Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pengusul utama bersemangat untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai perjalanan sejarah bangsa tersebut dan memperingatinya,” ungkap Cahyo.
Cahyo mengutarakan, pada tahun 2023 lalu, Pemda DIY sendiri telah mengajak Provinsi Bangka Belitung dan Sumatera Barat untuk bekerja sama memperingati hari penegakan kedaulatan negara. Pada tahun ini dan seterusnya, pihaknya berupaya untuk menjangkau lebih banyak provinsi di Indonesia untuk turut bersama-sama memperingati hari besar ini.
Tirakatan HPKN 2024 kali ini pun dibuka dengan penampilan memukau dari opera ‘Janur Kuning’ yang menggambarkan peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, persembahan Sanggar Kancil Art yang disutradarai oleh Tri Anggoro. Opera ini menunjukkan, peristiwa saat Belanda mengklaim bahwa Indonesia sudah tidak ada, yang kemudian membuat Sri Sultan Hamengku Buwono IX bergagasan digdaya.
Bersama Panglima Soedirman dan Letkol Soeharto, juga tentara Indonesia dan rakyat Yogyakarta, mereka pun saling bahu membahu untuk sebuah aksi pertempuran yang akan memberi tahu dunia bahwa Indonesia masih ada dan tetap merdeka.
Gelaran ini kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DIY didampingi Sekretaris Disbud DIY. Pertunjukkan wayang kulit lakon Anoman Duto pun menjadi penutup kegiatan tirakatan ini. Secara simbolis, Sri Paduka menyerahkan tokoh wayang Anoman kepada Ki Dalang Tomaskumoro, sebelum pertunjukkan wayang kulit dimulai.
Arifin/Ed. MN



