Pangarsa Abdi Dalem Wilayah Klaten, Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Budyanto Nugroho Kartoyoso Nagoro mengatakan bahwa Sadranan bukan sekadar ritual tahunan tetapi juga pengingat sejarah dan jasa para leluhur bagi tanah Jawa, khususnya wilayah Klaten.
“Sadranan ini adalah bentuk nguri-uri kabudayan sekaligus penghormatan setinggi-tingginya kepada Eyang Panembahan Agung Kajoran. Kami mengapresiasi semangat warga yang tetap teguh menjaga tradisi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Takmir Masjid setempat, Warsono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut turut mempererat silaturahmi antar warga, sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dan keraton.
Panembahan Agung Kajoran dikenal sebagai tokoh penting yang memiliki keterkaitan sejarah dengan trah Mataram Islam dan Karaton Surakarta Hadiningrat. Tradisi Sadranan di kawasan Kajoran rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan, atau bulan Ruwah dalam kalender Jawa.
Ar/Ed. MN



