Anton menjelaskan, ke depan Kalikuning Brand ditargetkan menjadi badan hukum usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Badan usaha ini tidak hanya mengelola galeri online, tetapi juga galeri offline, sentra kerajinan batu, sentra industri susu, sentra industri kopi, hingga destinasi eduwisata.
“Nantinya akan bersinergi dengan BUMKal sebagai payung utama usaha di tingkat kalurahan, dengan orientasi memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli kalurahan,” ujarnya.
Selain umbrella brand, Lembaga Usaha Mikro Umbulharjo juga menerapkan strategi fee based income. Umbulharjo yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sleman dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui paket ekoagroeduwisata.
Saat ini, sejumlah unit usaha telah berjalan sebagai destinasi wisata berbasis produksi, di antaranya Batik Badong, Kopi Tunggak Semi, Rembulan Merapi Farm, Naura Jamur, Sentra Kerajinan Batu, serta Museum Hidup Anggrek Spesies Balelawang.
Terkait pemilihan nama, Anton menyebut Kalikuning diambil dari nama sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan secara geografis berada di wilayah Kalurahan Umbulharjo.
“Secara filosofis, Kalikuning menjadi simbol penyatuan energi yang menciptakan keharmonisan alam,” pungkasnya.
AR



