Dalam aplikasi tersebut ditampilkan ragam potongan harga, mulai dari transportasi pesawat terbang, kereta api, angkutan darat, hotel, restoran, hingga berbagai merchant dan produk-produk UKM DIY, dapat diperoleh dalam bentuk e-voucher.
“Aplikasinya free dan tidak dipungut biaya. Dari user atau penjualnya, kita sama sekali tidak mengambil fee. Jadi, ini sepenuhnya bagian dari program CSR para pelaku usaha pariwisata di Yogya,” papar Arif.
“Kami memfasilitasi kedua belah pihak, antara penjual dan pembeli yang sama-sama diuntungkan dan tidak dibebani fee. Untuk besaran diskon, sangat bervariasi, diserahkan ke setiap merchant,” lanjutnya.
Grand launching Jogja Carnival hari ini juga tampak menarik antusiasme para wisatawan yang ada di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Aplikasi tersebut didemonstrasikan langsung dan dibarengi sesi tanya jawab bersama tim pengembang.
Agenda ini memang bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi Jogja Carnival kepada warga masyarakat secara luas, terutama wisatawan yang sedang berakhir pekan di Kota Jogja.
“Sementara aplikasi baru bisa diakses lewat Android. Tapi, dalam waktu dekat kami upayakan bisa tersedia di iOS juga, agar dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh wisatawan di Yogyakarta,” pungkas Arif.
Arifin/ed. MN



