Yang kedua, adalah anggota Satgas PDI Perjuangan, Andika Wiratama ketika memakai kaos Ganjar Pranowo di lingkungan Rusun tempat tinggalnya di wilayah Tegalrejo seperti yang diceritakan Sekretaris Satgas, Bambang P. didampingi Akhid anggota Satgas yang mengalami peristiwa tersebut juga didatangi oknum berseragam militer dan disuruh memilih pasangan Prabowo-Gibran.
Menyikapi fenomena indikasi-indikasi ketidaknetralan aparat negara, maka Fokki selaku pengurus pusat sayap partai yang tinggal di Yogyakarta menegaskan supaya hal-hal tersebut tidak dilakukan lagi.
“Saya harapkan kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Mengingat bahwa ada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang netralitas TNI/Polri dalam pemilu termasuk sanksi pidananya,” tandasnya.
“Di samping itu kami sayap partai Repdem juga akan mempersiapkan Lembaga Pengaduan dan Bantuan Hukum Repdem di Yogyakarta untuk mengantisipasi hal hal dan semua kemungkinan yang terjadi di lapangan berkaitan dengan persoalan tersebut. Mohon cara cara Orde Baru jangan kembali digunakan,” lanjutnya.
Arifin/ed. MN



