Tutug, diartikan tuntas dalam mengerjakan atau menyelesaikan segala sesuatu pekerjaan.
“Nilai-nilai Tatag, Teteg, Tutug ini adalah semangat kita bersama sebagai karyawan-karyawati Pemerintah Kota Yogyakarta, untuk selalu memiliki mental yang baik, dengan secara teguh dan konsisten. Senantiasa berupaya menyelesaikan segala permasalahan di masyarakat, segala hambatan dan tantangan. Kita mengatasinya sampai tuntas dengan bergotong-royong bersama masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengakselerasi kemajuan pembangunan Kota Yogyakarta,” jelas Singgih.
Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Yogyakarta untuk meningkatkan soliditas, sinergi, kerja sama di antara segenap perangkat daerah Pemkot Yogyakarta. Terutama agar dapat bertahan, berkembang melintasi segala dinamika ekonomi, sosial budaya dan politik. Hal itu terbukti bersama masyarakat mampu melewati dampak epidemi Covid-19. Momentum kebangkitan itu harus dimanfaatkan untuk menapaki masa depan yang lebih baik.
“Semangat tersebut mari kita transformasikan menjadi kolaborasi yang utuh di antara pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Singgih menambahkan.
Singgih juga mengingatkan ASN Pemkot Yogyakarta untuk menjaga netralitas pada masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Pada upacara itu, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Singgih dan diserahkan kepada beberapa kepala OPD Pemkot Yogyakarta.
Usai upacara, para peserta memperebutkan 76 tumpeng yang berisi berbagai jajanan pasar, aneka kue, buah, dan lainnya lalu dinikmati bersama.
Arifin/ed. MN



