Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perubahan itu penting, namun menurutnya ada yang paling penting dan utama, yaitu pendidikan.
“Sebetulnya perubahan itu yang penting paling mendasar dan yang paling utama itu pendidikan. Penanaman pendidikan tidak hanya dilihat dari sisi akademis saja, tapi juga pendidikan dari sisi penanaman etika dan moral, itu juga tidak boleh disepelekan,” ungkapnya.
Menurutnya kalau pendidikan di dunia luar, mereka tidak bangga anaknya dapat nilai 100 dalam ujian, tapi mereka akan sedih ketika anak itu tidak bisa sopan kepada orang lain. Mereka menilai pendidikan model apa seperti ini?
“Jadi ke depan, pendidikan, ya, harus komprehensif. Akademis tidak ditinggalkan tapi juga pendidikan moral. Akhlak itu harus dikedepankan. Kita melihat pendidikan tempo dulu ketika para guru masih punya marwah, itu luar biasa dimana mereka hormat kepada guru bukan takut. Yang seperti ini perlu kita ingatkan kembali bahwa pendidikan itu berhasil ketika anak-anak kita itu baik, sopan ,bisa menghormati menghargai dan kemudian bisa bersama -sama bisa membangun masyarakat itu dengan baik bukan dengan kekerasan, bukan dengan tanpa etika,” paparnya.
Yani menambahkan, ke depan perlunya ada perubahan di bidang pendidikan.
“Saya kira ini yang perlu kita tekankan, perubahan di bidang pendidikan itu penting. Dulu orang itu berkiblat pada Indonesia di sisi pendidikan, tapi sekarang banyak kemudian kita yang melihat ke dunia lain,” imbuhnya.
“Kemudian untuk nilai-nilai Pancasila, terutama pengamalan-pengamalannya tidak hanya dihafalkan tetapi yang lebih penting lagi bagaimana penanaman nilai-nilai Pancasila itu benar-benar tertanam dalam diri anak-anak kita. Bagaimana anak-anak bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan semata-mata hanya dihafalkan tapi benar-benar dijalankan,” pungkas Yani.
Arifin/ed. .MN



