“Karena berkaitan dengan mengorganisir orang, maka memahami aspek psikologis sangat penting. Kemudian juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, motivasi dan daya gerak seluruh elemen organisasi,” lanjutnya.
Di samping itu, pemimpin juga perlu memiliki strategi thinking,yang dapat memahami tujuan dan cara mencapai tujuan organisasi.
Juga perlu memahami sumber daya yang diperlukan, serta menjalankan program berdasarkan skala prioritas dan periodik melakukan evaluasi.
“Secara garis besar, pemimpin diibaratkan sumur. Maka sumur tidak boleh kering, pemimpin harus mengasah ide, gagasan, dan hal-hal strategis apa yang membawa kemajuan,” sambungnya.
Ia berharap pemimpin Sleman kelak dapat melakukan komunikasi serta koordinasi dengan partai dan tidak meninggalkan partai.
“Apalagi melupakan perjuangan kader atau simpatisan partai. Membangun Kabupaten Sleman bersama partai agar dapat seiring sejalan dengan tujuan pokok PDI Perjuangan, yakni menyejahterakan masyarakat, menangis dan tertawa bersama rakyat,” pungkasnya.
Arifin/Ed. MN



