Setelah sempat tertahan lama, akhirnya massa pedagang yang didominasi ibu-ibu ini bisa masuk dengan mendorong pintu gerbang bersama-sama.
Kedatangan para pedagang ini hendak bertemu Pj. Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo. Mereka menuntut diadakan audiensi terkait dampak relokasi PKL (Pedagang Kaki Lima) Malioboro ke Teras Malioboro 2, yang berdampak kepada pendapatan pedagang yang menurun drastis.
“Makanya kita minta audiensi tetapi itu tidak pernah ada respons,” tandas Pengurus Paguyuban Tri Dharma, Supriyati saat ditemui wartawan.
“Kita hanya ingin didengar. Kita di TM 2 tidak sedang baik-baik saja. Entah ekonominya entah infrastruktur yang tidak layak kami tidak pernah didengarkan,” ungkapnya.
Arifin/ed. MN



