“Saat ini pemerintah terlalu arogan dalam mengambil keputusan dan tidak lagi peduli dengan nasib rakyatnya. Rencana pemerintah yang akan menghilangkan subsidi BBM, rencana pemerintah yang akan menaikkan pajak penghasilan, pajak kendaraan bermotor, sementara perekonomian kita saat ini benar-benar lagi terpuruk,” katanya.
“Apa rakyat Indonesia akan terus-menerus diberi bansos tanpa ada solusi yang lain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka? Sedangkan para buruh dan pekerja dengan upah yang masih jauh dari kata sejahtera,dengan beban harga – harga sembako yang semakin tinggi, sejauh ini pemerintah belum memberikan solusi,” lanjutnya.
Dari hasil konsolidasi terbuka tersebut, ARPI meminta agar ;
- Turunkan harga sembako
- Turunkan harga BBM
- Turunkan biaya pendidikan
- Turunkan pajak sesuai daya kemampuan masyarakat dan kondisi perekonomian daerahnya.
- Naikkan upah buruh atau pekerja
- Naikkan UMK Yogyakarta
- Berikan fasilitas jaminan kesehatan dan perlindungan kerja yang merata dan transparan kepada buruh atau pekerja
- Berikan jaminan kesehatan dan hak tunjangan kepada pensiunan
- Berikan ruang diskusi yang bebas dan terbuka dalam mengkritik kinerja kepemerintahan
- Berikan fasilitas kesehatan yang merata dan transparan kepada para lansia
- Tangkap dan adili pelaku mafia tanah serta oknum-oknum yang terlibat dengan terbuka dan seadil-adilnya
- Hentikan hutang luar negeri
- Naikkan devisa negara
- Tolak PKI terselubung
- Tolak Dinasti Politik Jokowi
Dari hasil konsolidasi terbuka tersebut akan disampaikan dalam aksi besar yang akan digelar nanti.
“Ini saatnya rakyat tegas, ini saatnya rakyat melawan kedzaliman, jangan lagi bodohi rakyat dengan bansos,” pungkas Dani.
Arifin



