“Hari ini kita tidak bicara pasangan nomor 01 ataupun nomor 3, hari ini kita bicara tentang persatuan Indonesia. Kita lawan pemerintahan yang dzalim, kita akan jaga bersama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sampai mati, bukan lagi NKRI harga mati. Rezim ini sudah ngawur,” lanjutnya.
Dani juga menegaskan DPR harus tegas dalam menindaklanjuti dugaan adanya politisasi bantuan sosial (bansos) untuk memenangkan salah satu Paslon lalu dan adanya dugaan kecurangan dalam pemilu 2024.
“Jokowi sangat ambius. Ini yang menjadi permasalahan. Orang-orang kayak jokowi ambius hatinya gak tulus akalnya akal bulus, menggunakan segala cara demi fulus.Mulai dari menabrak konstitusi, membuat rakyat sulit sehingga mudah diatur ketika ada bansos.Sehingga sudah terstruktur, sistematis dalam pelaksanaan untuk menguasai Indonesia dengan berbagai cara dan secara masiv lama penyebaran informasi agar tercipta pembenaran,” ungkap Dani dalam orasinya.
Dalam aksi kali ini, para peserta aksi melakukan penandatanganan petisi rakyat Jogja menggugat pemilu curang .
Penandatangan petisi itu untuk mendukung DPR dalam menyelidiki dugaan penyalahgunaan kekuasaan, politisasi bantuan sosial (bansos) dan pelanggaran pemilu dengan segala kecurangannya.
Arifin



