“Program ini adalah salah satu bentuk pembodohan terhadap masyarakat, karena anak-anak kita bisa makan disisi lain bagi orang tua yang bekerja keras untuk menafkahi keluarga terancam di PHK. Mereka butuh pendidikan gratis,” jelas si Doel.
Sementara itu perwakilan dari paguyuban gerobak sampah Yogyakarta juga menyampaikan keluhannya tentang sulitnya membuang sampah di kota Jogja ini.
Menurutnya, saat ini mereka kesulitan untuk membuang sampah dari rumah tangga, sementara mereka sudah dibayar.
“Saat ini kami kesulitan untuk mencari tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan sampah yang disediakan pemerintah sudah tidak mampu menampung lagi,” tuturnya.
Senada juga di sampaikan Feldy bahwa saat ini pemerintah Yogya telah gagal dalam pengelolaan sampah karena pemerintah hanya menilai dari sisi cepat saji saja.
“Baik itu di Sleman, juga kota saya menilai gagal karena bisa kita lihat saat ini untuk kasus sampah belum bisa teratasi dan untuk TPST sendiri saat ini sudah mulai penuh,” tandasnya.
Ar/Ed. MN



