Hingga saat ini, sebanyak 36 sekolah telah mendapatkan layanan penyuluhan langsung dari relawan Forum PAK SIJI DIY. Sekolah-sekolah tersebut di antaranya:
SMA N 2 Wates, SMKN 1 Tepus, SMAN 1 Ngaglik, SMA Stella Duce Bambanglipuro, SMAT Darul Hikmah, SMKN 1 Gedangsari, SMAN 1 Yogyakarta, SMKN 1 Kokap, SMK Muh Tepus, SMAN 7 Yogyakarta, SMA Bhineka Tunggal Ika, SMK Giri Handayani, SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan, SMK Sanjaya 1 Gunungkidul, SMA Bopkri 1 Yogyakarta, SMA Banguntapan 1, SMA Muhammadiyah 1 Bantul, MAN 2 Sleman, MAN 1 Yogyakarta, SMAN 1 Prambanan, SMK 1 Purwosari, SMA N 1 Bantul, SMAN 1 Pajangan, SMA PGRI 1 Kasihan Bantul, SMA Muh 2 Yogyakarta, SMA Muh 4 Yogyakarta, SMA PGRI Kasihan, SMA Santa Maria, SMA Muh Al Mujahidin Wonosari, SMKN 1 Pandak, SMA IT Abu Bakar, SMKN 1 Dlingo, dan SMK Negeri 1 Dlingo.
Adapun bagi sekolah yang belum mendapatkan penyuluhan langsung, materi antikorupsi tetap dapat disampaikan oleh guru pengampu mata pelajaran PPKn masing-masing, dengan referensi bahan ajar yang tersedia secara daring melalui kanal resmi KPK di https://aclc.kpk.go.id.
Forum PAK SIJI DIY berharap agar kegiatan ini dapat terus menjadi tradisi tahunan dalam MPLS, mengingat tantangan integritas di era digital semakin kompleks. Penanaman nilai antikorupsi sejak hari pertama sekolah dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun budaya pendidikan yang bersih, tangguh, dan berintegritas.
AR



