Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi di era modern, di mana minat generasi muda terhadap seni tradisi mulai menurun. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar budaya adiluhung seperti wayang tidak tergerus zaman.
“Perlu adanya sosialisasi dan pemunculan aktivitas budaya yang mampu berkembang tanpa meninggalkan inti pewayangan sebagai tontonan, tuntunan, dan tatanan yang menjadi rohnya,” tambah Aris.
Festival ini menjadi salah satu bentuk konkret upaya pelestarian budaya di tengah arus globalisasi, sekaligus ruang pembinaan bagi dalang-dalang muda untuk terus mengasah bakat dan mencintai budaya leluhur.
AR



