Sebagai Kader PDI Perjuangan, Fokki berharap agar partai memberikan rekomendasi.
“Saya di dunia lahir dan dibesarkan oleh PDI Perjuangan. Jadi tentu saja saya berkomitmen saya untuk mensejahterakan rakyat Yogyakarta. Dengan nilai-nilai marhaenisme yang saya pegang teguh, maka saya berharap DPP PDI Perjuangan memberikan rekomendasi kepada saya,” harapnya.
Fokki menambahkan, sebenarnya pendaftaran penjaingan Bacawali Kota Yogyakarta di DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta sudah dibuka sejak 30 April lalu.
Dipilihnya waktu mendaftar tanggal 2 Mei 2024 karena bertepatan dengan hari pendidikan.
“Karena Kota Yogyakarta punya predikat kota Pendidikan dan saya bertekad akan mempertahankan dan meningkatkan pendidikan di Kota Yogyakarta agar mendorong berbagai kemajuan sektor lainnya, sehingga masyarakat Kota Yogyakarta semakin makmur,” kata Ketua DPN Repdem ini.
Terkait maju menjadi Bakal Calon Wawali bukan Wali Kota, Fokki mengungkapkan, hal itu setelah melalui serangkaian kajian tim relawan.
Menurutnya, konstelasi politik Pilkada Kota Yogyakarta ada dua basis konstituen yang kuat, yaitu Muhammadiyah dan Nasionalis PDI Perjuangan.
“Kenapa Wawali bukan walikota tentu berdasarkan riset atau kajian dan kalkulasi politik,” ujarnya.
“Mohon doa restu kepada masyarakat kota Yogyakarta, semoga saya bisa maju dan memenangkan Pilkada agar bisa mewujudkan program-program untuk kesejahteraan yang merata, sebagaimana harapan semua masyarakat Kota Yogyakarta,” pungkasnya.
Arifin/Ed.MN



