“Ini menjadi bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Awang.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara organisasi buruh dengan BPJS Kesehatan menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan jaminan kesehatan benar-benar menjangkau buruh, pekerja sektor informal, dan masyarakat luas.
“Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dari serikat buruh, untuk memperkuat komunikasi publik dan menjamin keberlanjutan layanan kesehatan bagi semua lapisan warga,” pungkas Awang.
Langkah awal ini diharapkan membuka ruang kolaborasi lebih lanjut antara DPC KSBSI Kota Yogyakarta dan BPJS Kesehatan dalam edukasi, sosialisasi, serta perlindungan hak kesehatan bagi seluruh buruh di wilayah DIY.
AR



