Untuk memperkuat pengawasan, Dispar menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada 8 Desember 2025. Rapat ini melibatkan Polres, Kodim, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, DPUPR, DLH, kapanewon di wilayah destinasi wisata, SARLINMAS, Senkom, Forkom Pokdarwis, serta Forkom Desa Wisata. Pembahasan difokuskan pada kesiapan personel dan peralatan pengamanan selama libur Nataru.
Sehari berselang, pada 9 Desember 2025, Dispar bersama lintas organisasi perangkat daerah melakukan monitoring mitigasi bencana di sejumlah destinasi wisata alam, seperti Goa Pindul, Gunung Api Purba Nglanggeran, Cave Tubing Kalisuci, dan Pantai Baron. Hasil monitoring menunjukkan tidak ditemukan retakan tanah maupun bukit. Meski demikian, wisatawan tetap diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Dispar Gunungkidul juga mengikuti rapat koordinasi di tingkat kabupaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 10 Desember 2025 untuk mematangkan kesiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru.
Pada libur Nataru 2025/2026, Dispar Gunungkidul menargetkan kunjungan lebih dari 500 ribu wisatawan dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas Rp7 miliar.
Pemerintah daerah berharap pengelolaan wisata selama libur akhir tahun dapat berjalan terkendali, sekaligus menjaga keselamatan pengunjung dan keberlanjutan destinasi.
AR/Ed. MN



