“Pelatihan disesuaikan dengan minat dan potensi Kalurahan, serta sumber daya manusia yang ada. Ini juga memperhatikan kebutuhan pasar, agar masyarakat bisa memiliki bekal untuk berwirausaha,” imbuh Bambang.
Sebanyak 20 peserta dari warga setempat mengikuti pelatihan ini. Materi yang diajarkan meliputi pelatihan soft skill, merangkai janur, teknik ecoprint, sibori, dan keterampilan kerajinan lainnya.
Pelatihan akan berlangsung selama lima hari kerja, dimulai pada 9–11 Juli dan dilanjutkan pada 14–15 Juli 2025.
AR



