Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye “Laku Rasa”, akronim dari Layanan Kulonprogo Wisata Ramah Disabilitas, sebagai wujud komitmen dalam membangun pariwisata inklusif. “Ini adalah perjalanan dengan perasaan. Kita ingin semua saudara-saudara yang memiliki kebutuhan khusus mendapatkan pelayanan wisata yang optimal,” ujarnya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Bank BPD DIY, serta melibatkan komunitas-komunitas yang peduli pada isu disabilitas. Joko Mursito berharap Fam Trip Difabel ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh desa wisata di Kulonprogo untuk mengembangkan aksesibilitas dan layanan bagi penyandang disabilitas.
“Kulonprogo iki dikapakke. Kurang opo? Nanti akan segera kita tindak lanjuti,” tutupnya penuh semangat. Ia pun secara simbolis melepas keberangkatan peserta Fam Trip Difabel 2025 menuju destinasi wisata, yang nantinya akan disambut langsung oleh Bupati Kulonprogo di titik akhir perjalanan.
AR



