Di tengah modernisasi dan arus globalisasi yang hadir lewat pintu YIA, Dimas Diajeng diharapkan mampu menjadi katalisator pemajuan potensi desa wisata, seni tradisi, kuliner, hingga kerajinan rakyat yang menjadi akar budaya Kulonprogo. Bukan hanya mempromosikan, tetapi juga mengajak masyarakat menjaga, merawat, dan mengembangkan identitas lokal agar tidak tercerabut.
Sudah saatnya generasi muda memaknai gelar Dimas Diajeng sebagai tanggung jawab kebudayaan, bukan sekadar selempang kebanggaan. Dimas Diajeng 2025 mesti hadir di tengah masyarakat, di acara budaya, di forum pariwisata, dan di dunia digital, untuk menyuarakan Kulonprogo sebagai daerah yang kaya, bukan hanya akan panorama, tetapi juga nilai dan makna.
Dengan peran aktif mereka, Kulonprogo bisa dikenal bukan karena dilewati, tapi karena layak dikunjungi dan dicintai.
AR



