Sebelumnya, Bupati menyebutkan bahwa Kabupaten Semarang tahun ini mendapat kuota calhaj sebanyak 880 orang. Dari jumlah itu sebanyak 531 orang termasuk kategori lanjut usia (lansia) di atas usia 60 tahun.
“Saya berharap para pendamping calon haji termasuk petugas kesehatan untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka. Para calon jemaah haji yang masih muda dan berfisik sehat juga diimbau membantu mereka. Jangan hanya memikirkan diri sendiri,” ucap Bupati H. Ngesti Nugraha di hadapan ratusan calhaj di aula Masjid Al Mabrur Ungaran, beberapa waktu yang lalu.
Ia juga mengimbau agar para calhaj untuk menjalankan ibadah sesuai arahan pendamping. Sehingga dapat mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
Sementara itu, calon haji termuda asal Kabupaten Semarang adalah Aghnaa Syafiq Ramadhana, 18, warga Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur. Aghna mengaku dirinya berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci karena menggantikan ayahnya yang meninggal pada tahun 2020 lalu.
Arifin/ed. MN



