Prof.DR.H.Muhammad Amin Rais, MA., PH D dalam dialog kebangsaan menyampaikan Muhammadiyah intinya tetap sama memegang dasar Nabi Muhammad SAW dan mengikuti ajaran dan sunah Nabi.
“Dengan Islam yang kuat menghadirkan kenegaraan yang kuat secara islami. Karena Indonesia salah satu negara umat islam terbesar di muka bumi”, sebut Amin Rais.
Selanjutnya dilakukan dialog dan diskusi dengan Mahasiswa. Salah satunya muncul pertanyaan dari Mahasiswa tentang bagaimana menyikapi demokrasi di Indonesia sebagaimana sesuai dengan makna artikulasi dari kata Demokrasi itu sendiri, terlebih rawanya penerapan UU ITE yang dapat mencegah masyarakat untuk berpendapat serta kritisi serta mendapat intimidasi maupun tekanan dari Pemerintah.
Dari pertanyaan itu, Amin Rais menjawab memang benar Pemerintah yang berkuasa kerap melakukan tekanan terhadap kebebasan berpendapat yang dapat merusak nilai-nilai demokrasi itu sendiri. Maka dari itu jangan pernah takut untuk menyampaikan yang benar dan bersama-sama kita kawal pelaksanaan demokrasi. Apalagi ini di Tahun Pemilu untuk menentukan pemimpin masa depan yang baik.Jelas Amin Rais tokoh reformasi Indonesia.
Kegiatan dialog kebangsaan dihadiri langsung oleh Prof.DR.H.Muhammad Rais, MA., PH.D., Dr.H.MS.Kaban mantan Menteri Kehutanan RI di era SBY, Ketua STIHMA Ratmi Susiani Sagala S.H., M.H, Ketua BPH STIHMA Sudirman Laksa, Perwakilan dari PDM Asahan Drs.Jumiadi, Sekretaris PDA Fatimah Yani, Spd, Ketua Nasyiatul Asiah Elva Yuliana Nasution SPd, Ketua IPM, PK IMM se-Kabupaten Asahan, BPH STIE Irsan Kumala, Ketua PCM Kisaran Timur Drs.Mukhtasar, seluruh Dosen, serta Mahasiswa/i Muhammadiyah Asahan.
maston



