“Di wilayah Sumberejo, Pabelan, banyak pengrajin batok kelapa yang bagus. Sedangkan kreasi bambu untuk kap lampu, ada di Banyubiru yang pernah berjaya sebelum pandemi Covid-19,” terangnya.
Kisnarto berharap, para perajin dapat berkreasi lagi usai pandemi.
Panitia pelaksana pelatihan Suharnoto menjelaskan, pelatihan kerajinan diikuti 114 orang perajin dari 19 kecamatan.
“Pelatihan dimaksudkan agar kerajinan yang menunjukkan jati diri daerah Kabupaten Semarang dapat lestari,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, juga digelar lomba dalam tiga kategori, antara lain produk batik, karnival, dan pengaturan tata ruang dengan produk kerajinan lokal. Para pemenang mendapat hadiah uang tunai, yang diserahkan Ketua Dekranasda.
Arifin-rel/ed. MN



