“ARDEX-2023 diikuti 960 peserta dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ARDEX merupakan salah satu langkah dalam upaya pengelolaan risiko bencana dengan melibatkan lintas sektor, lintas sistem, lintas skala dan batas melalui latihan simulasi ke daratan dalam penanggulangan bencana. Melalui ARDEX diharapkan Indonesia dan negara sahabat di kawasan Asia Tenggara dapat sharing dan transfer ilmu pengetahuan serta teknologi dalam penanggulangan bencana guna membangun solidaritas antar negara anggota ASEAN menuju One ASEAN,” jelas Kepala BNPB.
Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNPB sebagai panitia ARDEX-2023 atau latihan simulasi penanggulangan bencana alam kali ini.
“Kita sangat berharap kegiatan berjalan lancar dan suatu kebanggaan serta menjadi contoh di wilayah negara-negara ASEAN. Kita dapat saling bertukar pikiran dan bekerja sama dalam melaksanakan ARDEX- 2023,” ucap Menko
Pada kesempatan tersebut, Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Joko Purnomo menyampaikan bahwa Korem 072/Pamungkas mendukung penyelenggaraan ARDEX-2023 karena dapat meningkatkan pemahaman semua pihak untuk siap menghadapi bahaya gempa bumi.
“Salah satu upaya utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan adalah dengan pelatihan melalui metode geladi/simulasi sehingga hal ini menjadi momen yang baik untuk menguji kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana di kemudian hari. Kita harus memiliki kesiapan dan kesiapsiagaan menghadapi gempa,” ucap Danrem.
Hadir dalam acara tersebut, Plt. Kapusdiklat PB, Kheriawan; Wakajati DIY, Amiek Wulandari; Kasiops Kasrem 072/Pmk, Kolonel Inf. M. Ibrahim Muchtar GKR Mangkubumi; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biworo Yuswantono; Komisi VIII DPR RI, Esti Wijayati; Karo. ops. Polda DIY, Kombes. Pol. Dedi Rahman Dayan; Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih; Sekda DIY, Beny Suharsono; dan para peserta ARDEX 2023.
Arifin/ed. MN



