“Kasus kepemilikan kafe bawah langit yang juga masuk dalam kasus penyalahgunaan pemanfaatan TKD, Pembangunan kolam renang di rumah dinas Bupati Sleman yang tidak sesuai dengan lelang proyek, hingga kasus dugaan korupsi dana Hibah Pariwisata yang disalurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ke Kabupaten Sleman pada tahun anggaran 2020 lalu namun sampai saat ini pun belum ada titik terangnya,” lanjut Dani.
Seperti diketahui kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata dari Kemenparekraf waktu itu sempat ditangani Kejari Sleman.
“Jaksa kemudian waktu itu menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan pada April 2023 lalu dan dikatakan proses penyidikan akan terus berjalan. Namun kenyataannya sampai sekarang prosesnya sampai dimana? Itu yang Jadi pertanyaan saya termasuk beberapa kasus dugaan yang lain, sejauh mana penanganannya?,” ungkapnya.
Menurutnya ada dugaan kasus tersebut akan berpotensi dikaburkan dan tidak ada tindak lanjut atau penyelesaiannya.
“Saya hanya mempertanyakan penyelesaian dugaan kasus-kasus tersebut Kok belum selesai-selesai. Dan kasus-kasus tersebut sangat berpotensi untuk dikaburkan,” pungkasnya .
Dani berharap segera ada penyelesaian dan tindak lanjut dari instansi/dinas terkait dengan rentetan adanya dugaan kasus korupsi yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.
Arifin



