Victoria Winckler, direktur lembaga amal Wales The Bevan Foundation, memperingatkan akan bahaya men-stereotipe suatu wilayah atau kota besar sebagai tempat yang melarat atau makmur.
“Stereotipenya, Cardiff adalah tempat yang makmur sementara daerah Valleys miskin dan data-data menunjukkan bahwa ini tidak benar sama sekali,” katanya.
“Ada daerah di Cardiff yang makmur, ya, tetapi ada juga area yang cukup signifikan di ibu kota Wales itu tempat orang-orang kekurangan,” imbuhnya.
Di Luar Wales
Testimoni serupa juga disuarakan banyak warga lain yang tinggal di berbagai daerah di Inggris.
Jutaan orang di Inggris saat ini harus memilih antara membeli makanan atau membayar tagihan listrik dan pemanas mereka.
Hampir sepertiga dari orang tua tunggal terpaksa melewatkan satu kali makan dalam sehari demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang lain, menurut penyelidikan terbaru oleh LSM Which?, di rumah tangga yang paling terpukul oleh krisis inflasi di negara tersebut.
Anggota pada 3 dari 10 rumah tangga orang tua tunggal yang diwawancarai mengatakan mereka mengurangi makan akibat kenaikan harga makanan. Secara total, situasi yang sama terjadi pada 14% rumah tangga yang berpartisipasi dalam penelitian ini.
“Penelitian kami menemukan bahwa keluarga di seluruh Inggris mengalami kesulitan karena meningkatnya biaya hidup, dengan rumah tangga orang tua tunggal menjadi yang paling terdampak oleh krisis ,” Rocío Concha, direktur kebijakan dan aktivisme di Which?
Menurut organisasi tersebut, supermarket perlu memastikan bahwa harga barang-barang mudah dibandingkan dan ada berbagai penawaran untuk anggaran yang berbeda-beda.
“Karena harga terus naik, sangat penting bagi setiap orang untuk mendapat akses ke makanan yang sehat dan harganya terjangkau bagi mereka dan keluarga mereka,” imbuh Concha.
Data resmi terbaru menunjukkan bahwa inflasi makanan Inggris mencapai 16,4% pada Oktober, level tertinggi sejak 1977.
Hal ini terutama disebabkan oleh lonjakan tajam harga bahan-bahan makanan pokok seperti susu, mentega, keju, pasta, dan telur.
Bank makanan menjamur di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Rumah tangga orang tua tunggal dan pensiunan mendedikasikan sebagian besar anggaran mereka untuk makanan, listrik, dan bensin — sekitar 30%. Bagi pasangan dengan anak-anak, persentase ini turun menjadi 25%, menurut perhitungan resmi.
Namun, semua rumah tangga menghabiskan jauh lebih banyak uang daripada tahun lalu untuk produk-produk esensial.
Seorang perempuan berusia empat-puluhan berkata kepada peneliti bahwa karena tagihan yang begitu besar, ada minggu-minggu ketika ia hampir tidak bisa memberi makan anak-anaknya.
Orang lain menambahkan: “Saya mengurangi makan supaya dapat memberi anak-anak saya makanan dan pakaian dan masih ada sisa untuk bayar listrik.”
Menurut data yang diungkapkan Senin ini oleh Konfederasi Industri Inggris (CBI) ekonomi Inggris ada di jalur untuk menyusut 0,4% tahun depan karena inflasi dan keengganan perusahaan-perusahaan besar untuk berinvestasi.
BBC/MN



