Dalam lomba fashion show ini, mereka berkarya, berinovasi, dan memberdayakan bahan sampah plastik atau sampah kertas di kelas, atau sampah di sekitar lingkungannya. Barang bekas atau sampah itu dimanfaatkan sebagai bahan untuk berfashion show.
“Kita memilih mengadakan lomba fashion show dari barang bekas itu berangkat dari sekolah kita yang sudah sekolah adiwiyata tingkat kabupaten ini. Karena itu, sampah-sampah yang ada kita manfaatkan untuk gelar karya. Ini untuk mengedukasi kepada anak-anak, bahwa sekolah harus ramah terhadap lingkungan. Karena pendidikan kami adalah pendidikan yang ramah terhadap lingkungan hidup. Sebab barang-barang bekas itu tentu saja ada nilai jualnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam peringatan Hari Guru Nasional kali ini juga diadakan penggalangan dana untuk warga korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan ini dalam rangka membina karakter anak-anak, yaitu peduli kepada sesama dan saling menghargai.
Penggalangan dana dilakukan selama dua hari. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui PMI Klaten.
“Harapannya, dana yang terkumpul ini benar-benar tersalurkan semuanya. Sehingga apa yang menjadi niat kami benar-benar tersalurkan kepada yang membutuhkan,” imbuhnya.

Sebagai sekolah adiwiyata, SMPN 1 Kalikotes ini memiliki motto yaitu luhur budi pekerti, unggul dalam prestasi, serta peduli lingkungan. SMPN 1 Kalikotes ini mempunyai 857 siswa dari 27 kelas, serta diasuh oleh 55 guru.
Arifin/MN



