Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana, antara lain dengan membersihkan saluran air dan memangkas pohon yang berisiko tumbang.
“Simulasi dan pelatihan relawan terus kami lakukan secara berkala. Namun yang tidak kalah penting adalah peran serta masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem,” jelas Haris.
Apel Siaga Cuaca Ekstrem ini diikuti oleh unsur perangkat daerah, TNI–Polri, Basarnas, instansi vertikal, BUMN/BUMD, relawan kebencanaan, serta pemerintah kapanewon dan kalurahan di wilayah rawan bencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
AR/Ed. MN



