Senada dengan itu, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Ir. Baginda Siagian, M.Si., menyatakan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan.
“Indonesia masih berada di posisi keempat dunia sebagai eksportir kakao. Festival ini menjadi bukti bahwa daerah juga berkontribusi nyata,” tegasnya.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antar sektor.
“Event ini bukan sekadar selebrasi, tapi motor penggerak pembangunan pertanian dan pariwisata yang saling menguatkan,” ujar Joko.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah menyalurkan 50.000 batang bibit kakao untuk mendukung program peremajaan tanaman di lima wilayah: Patuk, Ponjong, Karangmojo, Playen, dan Panggang. Tak hanya itu, sejumlah kelompok tani juga menerima penghargaan dalam lomba kebun dan uji mutu biji kakao, seperti Kelompok Tani Ngudi Raharjo 2 dari Patuk dan Ngudi Rejeki dari Kulon Progo.
Pada pembukaan festival, merek kolektif cokelat lokal turut diluncurkan, antara lain CHOGER, MANDCLAT, CONKLANG, GUNKID, dan SALPICHO, yang akan memperkuat branding produk kakao dari Gunungkidul.
Sementara itu, Geopark Night Specta Vol. 7.0 yang digelar secara bersamaan menjadi panggung untuk mengenalkan kekayaan geologi dan budaya lokal Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Mulai dari lomba poster Geopark, penanaman pohon, pentas seni lokal, talk show, hingga konser gamelan orkestra memperkaya pengalaman pengunjung.
Sebagai puncak acara, grup musik Letto akan tampil di panggung utama untuk menutup rangkaian festival, menyatukan rasa, budaya, dan alam dalam harmoni yang indah.
BW



