Ia juga menambahkan bahwa untuk kegiatan dari STAK yang terdiri dari beberapa ormas yang ada di DIY dan Jateng ini bukan hanya sebatas kegiatan penanggulangan kejahatan dan kriminalitas saja, akan tetapi juga untuk kegiatan-kegiatan sosial yang lain.
Sementara itu Joko pemilik salah satu rumah program bedah rumah menuturkan dirinya sangat senang dan tidak menyangka rumah yang dulunya hanya seukuran satu kamar, sekarang jadi lebih bagus dan rapi.
“Senang, sedih campur haru, saya tidak menyangka akan dapat rejeki ini. Dulu rumah ini sangat kecil dan hanya seukuran kamar saja. Saya juga ucapkan banyak terimakasih untuk semua relawan yang sudah membantu program bedah rumah saya. Saya harapkan juga kedepannya bantuan seperti ini jangan sampai salah sasaran karena masih banyak orang-orang yang lebih membutuhkan,” tuturnya kepada awak media.
Sementara itu Kapolda DIY dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kompol Darmawan memaparkan bahwa rumah bukan hanya sekedar tempat tinggal saja, melainkan rumah juga sebagai tempat untuk menikmati kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.
“Seperti kita ketahui bersama, bahwa rumah adalah sebagai tempat perlindungan untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. rumah sebagai sarana kehidupan berkeluarga untuk tumbuh hidup dan berkembang, baik pribadi maupun bermasyarakat.dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan kesenangan kebahagiaan dan kenyamanan bagi penghuninya,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peresmian Bedah rumah lintas komunitas dari Pemda Sleman, Polsek Pakem, Panewu Pakem, Polresta Sleman, Polda DIY, Bazanas, dan juga beberapa ormas yang tergabung dalam wadah STAK juga masyarakat sekitar.
Arifin/ed. MN



