“Kita perlu memahami tugas dan kewajiban wanita, masyarakat juga perlu mengerti dan mengubah cara pandang perempuan selama ini sekat-sekat kultur, status dan nilai-nilai kodrati yang membatasi ruang geraknya,”ujarnya
Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Klaten, Efi Jajang Prihono menyampaikan sejarah singkat peringatan Hari Ibu di Indonesia. Poin penting dalam sejarah tersebut antara lain peran perempuan Indonesia terutama kaum ibu yang menyertai perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya peringatan hari ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda. Peringatan Hari Ibu merupakan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa.
“Semangat juang ini perlu diwarisi pemuda senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945,” tuturnya.
Arf/MN



