“Masyarakat bisa melakukan kerja bakti lingkungan, membersihkan selokan yang mampat, serta meneliti kondisi infrastruktur rumah, apakah ada bagian yang sudah lapuk dan berisiko roboh,” ujarnya.
Raden Haris juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika hujan lebat disertai angin kencang. Ia menyarankan pengendara untuk menunda perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
“Jika hujan sedang berlangsung dan memungkinkan, sebaiknya berhenti dulu. Namun apabila terpaksa melanjutkan perjalanan, tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, banjir di jalan raya, kabel listrik, maupun baliho yang rawan roboh,” tegasnya.
BPBD Sleman berharap upaya mitigasi bersama dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Ar/Ed. MN



