“Dana hibah ini harus segera diungkap.kami mendukung Kejati DIY dalam proses penanganan kasus dana hibah ini agar Sleman bisa menjadi lebih baik. Kami juga mendesak Kejaksaan Negri (Kejari) Sleman untuk lebih tegas dan cepat dalam menangani kasus ini.Kami minta pertanggungjawaban Bupati Sleman dalam penggunaan dana hibah pariwisata ini yang saat ini sedang heboh di Sleman,” paparnya.
Sementara itu senada, Arifin Wardiyanto yang juga aktivis ini mengatakan dan meminta agar kasus ini segera ditetapkan tersangkanya, jangan ada yang dikambinghitamkan. Ia juga meminta agar segera dilimpahkan ke pengadilan siapapun yang terlibat tanpa pandang bulu.
“Penanganan kasus ini sangat lamban, setelah pihak kejaksaan mengalami penggantian pimpinan, baru berjalan normal, sedikit terhambat penanganannya karena perhitungan kerugian yang dilakukan BPKP lamban. Nah sekarang setelah kerugian negara hasil perhitungan BPKP ada hasilnya, maka harapan saya Kejari Sleman segera menetapkan tersangkanya dan segera melimpahkan ke pengadilan dan Kejati DIY wajib mengawal perkara dugaan korupsi tersebut,” tuturnya.
Sedangkan Baharuddin Kamba aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) berharap mengatakan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman ini perlu ditelusuri aliran dana hibah pariwisata tersebut kemana saja.
“Hal ini penting dilakukan untuk mengusut dugaan korupsi dana hibah agar ada kepastian hukum dan pertanggungjawaban hukum kasus dana hibah. JCW akan mengawal perkara ini hingga pengadilan karena fakta-fakta hukum akan terungkap dan muncul nama-nama,” tandas Kamba kepada LimaSisiNews.
Arifin



