Selain menampilkan karya seni rupa, dalam Belamardika; Gemuruh dari Tipar, juga menyelenggarakan diskusi sejarah lokal yang dipandu oleh Satya Astu Graha dan Bayu Ananta Wibowo.
Kegiatan ini dilaksanakan di hari yang sama dengan pembukaan pameran. Pada hari berikutnya, ada pula Historical Fun Walk yang diikuti 30 peserta. Untuk kegiatan ini, akan dikomando oleh Nanang Setiawan dan Arief Hidayat.
Sementara itu, berdasarkan apa yang disampaikan Kepala Bidang Sejarah, Permuseuman, Sejarah, dan Sastra Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Risaman Supandi, pameran ini juga menjadi wadah edukasi tentang pentingnya sejarah dan budaya bangsa, serta salah satu sarana belajar sejarah yang atraktif dan menghibur.
“Lewat pameran ini, kita ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air terhadap sejarah, memberikan edukasi tentang pentingnya sejarah dan budaya bangsa. Selain itu, ini juga menjadi salah satu sarana belajar sejarah yang atraktif dan menghibur,” paparnya.
Arifin/Ed. MN



